Takut Ketinggalan Zaman? Bentley Rombak Logo Ikoniknya Agar Lebih Digital

 



Setelah lebih dari satu abad mempertahankan ciri khasnya, Bentley akhirnya mengubah logo legendarisnya. Tapi, jangan bayangkan perubahan besar-besaran. Perusahaan mobil mewah asal Inggris ini memilih pendekatan yang jauh lebih halus namun penuh makna: mempertajam sayap “Winged B” untuk menyesuaikan diri dengan era digital, tanpa kehilangan jati diri klasiknya.

 Langkah ini menjadi evolusi kelima dalam sejarah panjang Bentley selama 106 tahun. Perubahan ini terbilang langka—dan Bentley sadar betul bahwa logo bukan sekadar simbol visual, tapi juga lambang dari warisan dan prestis.

 “Jika sebuah merek mewah adalah kumpulan cerita yang telah diciptakannya, maka lambangnya adalah tanda tangan dari semua cerita itu,” ujar Robin Page, kepala tim desain Bentley, dalam pernyataan resmi. “Kami sadar ini bukan sekadar redesign. Ini adalah proses penyempurnaan. Dalam era digital yang makin kompleks, justru kesederhanaan dan kejernihan visual menjadi kebutuhan.”

Lebih Tajam , Lebih Modern , Lebih Digital




Logo baru ini akan debut pada mobil konsep yang dijadwalkan rilis pada 8 Juli 2025. Desainnya lebih ramping, dengan garis-garis sayap yang “lebih tajam dan dramatis” — mirip sayap elang peregrine dalam posisi terbang menyapu udara. Sebuah interpretasi yang elegan untuk menyambut masa depan mobilitas mewah yang semakin terhubung secara digital. 

Desain baru ini awalnya diusulkan oleh Young Nam dari tim Interior Design Bentley, lalu dikembangkan oleh Robin Page bersama tim internal khusus. 

Hasilnya adalah emblem baru yang tetap mempertahankan bentuk klasik, namun kini lebih siap tampil di kap mesin mobil ataupun di layar ponsel. 

Ketika Logo Tak Hanya Soal Gaya Di tengah tren rebranding besar-besaran dalam dunia otomotif, banyak merek besar mengambil risiko, bahkan tak jarang menuai kontroversi. Jaguar misalnya, sempat mendapat kritik karena mengubah logo terlalu drastis. Tapi Bentley memilih jalur elegan: transformasi tanpa sensasi.

“Bentley tidak mencoba mengubah sejarahnya. Mereka justru memperkuatnya dengan bahasa desain baru yang tidak mencolok namun berdampak," ujar Thomas Liddell, pengamat branding otomotif dari AutoVisual Studio. "Ini bukan sekadar logo, ini strategi naratif yang matang.

Logo Siap Menyongsong Masa Depan

 Logo baru ini dirancang agar tetap tajam dan jelas di berbagai media digital—dari layar resolusi tinggi hingga aplikasi mobile. Sebuah keharusan di era di mana interaksi pelanggan dengan brand lebih banyak terjadi lewat layar, bukan lagi lewat showroom mewah semata.

Meski tak seheboh ganti warna atau font ekstrem seperti Burberry atau Peugeot, perubahan kecil ini menunjukkan bahwa Bentley tidak statis. Ia berkembang, tapi tidak kehilangan akarnya. Logo baru ini adalah bentuk penghormatan terhadap masa lalu dan lompatan halus ke masa depan. 

Bentley sendiri merupakan salah satu merek mobil mewah paling bersejarah di dunia, berdiri sejak 1919. Beberapa model ikonik seperti Bentley Continental GT dan Bentayga dikenal sebagai simbol status kelas atas. Dengan harga mulai dari Rp6 miliar hingga lebih dari Rp14 miliar, tiap detail — termasuk logo — menjadi bagian dari totalitas pengalaman Bentley.

 Jika Anda melihat simbol baru itu di kap mesin atau dalam aplikasi digital resmi Bentley, ketahuilah: sayap tajam itu membawa sejarah panjang, yang kini terbangkemasadepan.


Post a Comment

0 Comments